Jumat, 29 April 2016

Trip

Derawan Si Surga Kaltim


Derawan adalah salah satu pulau yang terletak di Berau, Kalimantan Timur. Pulau Derawan merupakan salah satu objek wisata bawah laut yang banyak dikunjungi oleh wisatawan asing maupun dalam negeri. Bukan hanya pulau Derawan saja yang memiliki keindahan bawah laut yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, masih ada pulau-pulau lain seperti Kakaban, Sangalaki dan Maratua yang tidak jauh dari Derawan letaknya. Banyak orang yang menyebutnya sebagai surga Kaltim. 

Akses menuju Derawan bisa melalui Berau dan Tarakan, akan tetapi jika melewati Tarakan leboh cocok untuk rombongan yang banyak orangnya karena harus menyewa speedboat dengan harga yang cukup mahal. Untuk itu bagi teman-teman yang ingin berlibur ke Derawan dengan jumlah rombongan yang tidak telalu banyak atau sedikit, saya sarankan melalui Berau saja. Perjalanan dari Balikpapan ke Berau dengan menggunakan pesawat udara menempuh waktu kurang lebih 40 menit saja. Hindari berlibur ke Derawan dan pulau sekitarnya pada saat angin selatan, karena ombaknya sangat besar sehingga akan susah untuk tembus ke pulau-pulau selain pulau Derawan.

Setelah mendarat di bandara Kalimarau, Berau kita perlu ke Tanjung Batu lagi dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam menggunakan taksi atau mobil carteran. Untuk sampai ke pulau Derawan, kita harus menaiki speedboat lagi dari pelabuhan Tanjung Batu kurang lebih 30 menit.

Sesampainya di pulau Derawan, kita bisa langsung memesan tempat penginapan yang kita inginkan. Ada water cottage (penginapan di atas air) dan ada pula home stay (rumah penduduk yang disewakan kamarnya). Untuk masalah harga, pastinya home stay dengan water cottage berbeda, water cottage berkisar Rp. 400.000/malam, sedangkan homestay hanya berkisar Rp. 150.000/malam. Kalau di water cottage kita bisa melihat penyu yang biasanya muncul ke permukaan laut, karena itulah banyak pengunjung yang lebih memilih menginap di water cottage dibandingkan home stay.

Hari pertama sesampainya saya di pulau Derawan, saya berkeliling pulau sambil melihat-lihat keadaan di sana. Banyak penduduk setempat yang berjualan makanan maupun barang-barang yang bisa dijadikan oleh-oleh berupa souvenir. Ada pula penduduk yang menyewakan sepeda untuk berkeliling pulau. Pulau Derawan ini tidak termasuk pulau yang terlalu luas, apabila kita kelilingi dengan berjalan kaki hanya memakan waktu kurang lebih 45 menit dan apabila menggunakan sepeda hanya 30 menit. Bukan hanya sekedar berjalan kaki dan bersepeda saja kami mengelili pulau Derawan ini, tetapi dengan menaiki banana boat juga. 

malam hari pun tiba, kami diajak oleh tour guide untuk melihat penyu yang sedang bertelur. Untuk mencari penyu yang sedang bertelur ini kami tidak boleh membawa lampu ataupun senter karena apabila penyu melihat cahaya di darat, ia tidak akan naik ke pesisir. Tempat penyu bertelur ini pun sengaja tidak diberikan penerangan atau lampu. Setelah menyisir pantai mencari penyu, akhirnya kami menemukan penyu yang sedang menggali-gali pasir untuk jalannya ia bertelur.

Keesokkan harinya sesuai jadwal dari travel yang saya gunakan, hari ini ada trip untuk keliling pulau, seperti pulau Kakaban, Sangalaki dan Maratua. Sekitar jam setengah 7 kami sarapan pagi di cottage tempat kami menginap dan setelah itu bersiap-siap untuk trip keliling pulau. Pulau pertama yang dituju pada trip kali ini adalah pulau Sangalaki. Dengan menggunakan speedboat sekitar 45 menit kami sampai di Sangalaki. Di Sangalaki terdapat penangkaran dan pelestarian penyu dan anak penyu (tukik). Tanpa membuang-buang waktu lagi setelah puas snorkeling dan melihat keadaan di sana kami melanjutkan perjalanan lagi ke pulau berikutnya, yaitu pulau kakaban.

Dari Sangalaki ke Kakaban hanya memakan waktu 30 menit. di pulau Kakaban ini sangat terkenal dengan danau air asin yang berada di tengah pulau yang menjadi surganya ubur-ubur tanpa racun. Untuk sampai ke danau yang dimaksud, kita harus menaiki tangga dan berjalan kaki sekitar 10 menit. kami dipersilahkan untuk snorkeling di danau tersebut, dan sungguh luar biasa sekali bisa berenang dengan ubur-ubur tersebut tanpa ada rasa takut tersengat. 

Kemudian saya melanjutkan snorkeling di area Kakaban yang tidak jauh dari pesisir dan akhirnya saya menemukan palung yang di mana terdapat beragam terumbu karang yang indah dan berbagai jenis ikan-ikan yang hidup tenang di sana.

Setelah puas bersnorkeling ria di pulau Kakaban, kami pun menyebarang lagi ke pulau Maratua. Kebetulan jarak antara pulau Kakaban dan Maratua tidak jauh, hanya 10 menit saja. dan sungguh nikmat Allah mana lagi yang bisa kita dustakan atas keindahan alam yang diciptakan-Nya. Pasir putih, terumbu karang, dan ikan-ikan sudah bukan hal asing lagi pulau Maratua ini, sangat cocok untuk snorkeling dan driving. Di pulau Maratua ini juga terdapat cottage. Namun untuk harga cottage satu malam saja berkisar Rp. 900.000. jika dibandingkan dengan cottage di pulau Derawan hingga 2 kali lipat harganya. 

Karena waktu sudah mulai sore kami bersiap-siap untuk kembali ke Derawan. Tour guide memberitahukan bahwa, kita nanti akan singgah sebentar di gusung. Gusung merupakan daratan yang terbentuk oleh kumpulan pasir.

Tidak terasa hari mulai senja, dan kami pun beristirahat dan mempersiapkan barang-barang bawaan karena ini adalah hari terakhir kami di surga kaltim. Besok pagi kami harus bergegas checkout karena tidak ingin tertinggal penerbangan terakhir dari Berau ke Balikpapan.

Demikianlah sedikit gambaran tentang indahnya pulau Derawan dan sekitarnya. Rasa lelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akan terbayarkan dengan pemandangan laut biru muda yang jernih serta terumbu karang yang indah. Semoga bermanfaat dan semoga nanti kita bisa bersama-sama liburan ke Derawan.


Kamis, 28 April 2016

Inspiration

Hobi Jadi Uang



 Apapun usaha yang kita jalankan jika kita tekuni dengan serius akan menghasilkan keuntungan. Apalagi, jika diiringi ide-ide, kreatifitas dan bakat. Bagi yang memiliki hobi desain, membuka usaha sablon kaos sangat cocok. Sablon kaos merupakan bisnis sampingan yang di mana modalnya kecil tetapi bisa menghasilkan untung yang besar. Usaha sablon ini cocok untuk siapa saja, baik ibu rumah tangga, pegawai negeri sipil, karyawan swasta bahkan mahasiswa pun bisa mencoba membuka usaha sablon kaos ini. Alasannya karena usaha sablon tidak memerlukan modal yang besar dan cocok untuk orang-orang yang baru ingin memulai berwirausaha, yang di mana kita liat pada kenyataanya sekarang ini banyak sekali pengurangan-pengurangan karyawan di perusahaan swasta khususnya. Sedangkan bagi mahasiswa bisa menambah uang jajan kita (hehehe). Selain karena tidak memerlukan modal yang besar, usaha sablon ini juga dapat dikerjakan di rumah atau di kos sendiri tanpa harus memiliki toko atau tempat khusus. Sehingga dapat menghemat pengeluaran dari usaha yang akan dijalankan tersebut. 

Peralatan sablon manual

  •  Papan kaos atau tripleks (sesuai dengan ukuran kaos)
  •  Screen
  •  Afdruk
  •  Minyak tanah
  •  Binder
  •  Rakel
  •  Hairdryer
  •  Lem meja atau stiker
  •  Tinta rubber atau tinta karet
  •  Bibit warna

Proses Sablon


  1. Desain gambar yang ingin disablon, biasanya menggunakan program coreldraw atau photoshop kemudian hasil desain dicetak.
  2. Tuangkan afdruk pada screen dibagian depan dan belakang kemudian keringkan dengan hairdryer.
  3. Tempelkan desain yang telah dicetak di screen bagian bawah dan lumasi dengan minyak tanah, kemudian dijemur dibawah sinar matahari 1 menit. Apabila tidak memungkinkan bisa menggunakan bantuan lampu untuk mengeringkannya yaitu kurang lebih 10-15 menit.
  4. Kemudian semprot dengan air screen yang sudah kering tadi sampai afdruk terlepas dari screen sehingga membentuk desain yang ingin disablon lalu keringkan kembali dengan menggunakan hairdryer.
  5. Campurkan tinta rubber, bibit warna dan binder kemudian aduk hingga rata
  6. Pasang kaos yang ingin disablon pada tripleks atau papan kaos yang sudah diberi lem meja atau lem stiker
  7. Letakkan screen dibagian baju yang ingin disablon lalu diberi tinta yang sudah dicampur tadi kemudian digesut dengan menggunakan rakel sambil ditekan.
  8. Setelah penggesutan selesai, angkat screenan dan baju yang sudah disablon dijemur sebentar.
  9. Dan yang terakhir, baju yang sudah disablon bisa digosok agar tinta lebih matang.

Demikian sedikit penjelasan singkat tentang cara sablon manual, semoga penjelasan ini bermanfaat bagi kita semua dan tentunya bagi yang membutuhkan serta dapat menjadi referensi bagi yang ingin membuka usaha sablon manual.

Rabu, 27 April 2016

Story

SALAH SANGKA


 Pak Jaya, itulah nama yang biasa dipanggil untuk Pak RT kita. Dan Pak Jaya adalah ketua RT yang sudah menjadi ketua RT kurang lebih selama 2 tahun ini. Pak Jaya termasuk orang yang baik hati dan bijaksana selama memimpin desa kami. Sejak dulu, desa Pajo adalah desa yang makmur. Segala kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik, termasuk saya sebagai tetangganya yang lebih lama tinggal di desa Pajo dari pada Pak Jaya.
 Pak Jaya termasuk orang yang berada, maklum saja dia pindah ke desa kami karena mendapat utusan dari lurah. Dan akhirnya dia menetap di desa kami selama 2 tahun ini. Kami punya rasa kebanggaan sendiri karena memiliki RT seperti Pak Jaya, selain orangnya yang ramah, baik hati, sopan santun dan suka menolong warga yang kesusahan serta memiliki solidaritas yang tinggi. Mungkin apabila dia harus diganti menjadi RT kami warga desa Pajo tidak rela, namun dalam hal ini sangatlah tidak mungkin. Karena kami sebagai warga tidak bisa membuat keputusan sendiri tanpa ada kesepakatan dengan warga-warga yang lain.
 Dan akhirnya hal yang tidak diinginkan ini pun terjadi. Pergantian ketua RT pun dilakukan di desa Pajo. Ketua RT yang baru ini terlihat tidak menyenangkan, seram dan sombong. Namanya adalah Pak Musgon. Dan Pak Jaya pun tetap tinggal di desa kami. Walaupun dia sudah tidak menjadi ketua RT lagi di desa Pajo, kami masih sering berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu hal atau hanya sekedar berkumpul biasa saja.
 Seperti hari-hari sebelumnya, kami semua menjalankan aktifitas kami masing-masing seperti biasa. Dan Pak Jaya masih berdiam diri di rumahnya. Istrinya sedang menyampu halaman rumah, sedangkan anaknya berangkat ke sekolah. Ketua RT kita yang sekarang ini sangat jarang berinteraksi dengan warga-warga. Pertemuan di balai desa yang biasanya dulu sering dilakukan sekarang sudah jarang sekali.
 Saya tidak mengerti apa saja yang dikerjakan ketua RT baru kita ini. Kita melihat tingkah lakunya sangat pemalas dan tidak peduli dengan warganya. Kami ingin menuntut tapi kami takut untuk melakukanya. Kami pun berunding dengan Pak Jaya untuk mengatasi masalah ini. Dan ternyata jawaban Pak Jaya sangat sederhana, “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang mau membantu saudaranya sendiri.” Dan Pak Jaya pun menjelaskan, bahwa kita harus membantu Pak Musgon untuk menjalankan tugasnya sebagai ketua RT dengan baik. Namun ada sebagian warga yang tidak setuju dengan pendapat Pak Jaya, sebab mereka berpikiran orang yang tidak baik seterusnya pun tidak akan baik terus. Dan Pak Jaya pun segera meluruskan pemikiran warga. Warga pun akhirnya percaya dan yakin bahwa semuanya akan segara diatasi dan akan baik ke depannya. 
 Keesokan harinya, Pak Jaya dan beberapa warga sepakat untuk mendatangi rumah Pak Musgon, termasuk saya. Jujur saja, saya agak merasa takut terhadap Pak Musgon karena tampangnya yang sangat menyeramkan. Namun Pak Jaya menguatkan nyali kami semua. Dia mengatakan, “Tampang boleh seram, tapi hati bisa saja seperti berlian.” Setelah itu kami pun bertemu Pak Musgon dan Pak Jaya pun mulai membuka pembicaraan duluan.
 “Sehubung dengan segala macam keluahan warga-warga kami sebagai perwakilan ingin memberi tahu”, kata Pak Jaya. “Saya tidak mengerti, kenapa warga desa ini tidak pernah sama sekali mengamati aktifitas keseharian saya dari pagi hingga malam.” jelas Pak Musgon. “Penduduk desa ini sudah sering memperhatikan anda, namun mereka tidak pernah melihat anda melakukan sesuatu untuk masyarakat sini.” tegas warga lain.
 “Dengarlah, saya memang jarang berinteraksi dengan warga sini sebab saya ingin memperhatikan keadaan warga sini. Ingin mengenali lebih dalam warga-warga sini dan setiap ada kesempatan saya mengunjungi warga kita yang memang kekurangan. Saya memberikan apa kebutuhan mereka yang belum terpenuhi”, kata Pak Musgon.
 “Saya tidak percaya itu,” kata salah satu warga. “Jika anda tidak percaya, silahkan temui warga yang tinggal di ujung sana. Anda pasti mengenalnya kan siapa dia?” tanya Pak Musgon. Di antara perdebatan antara Pak Musgon dengan warga desa Pajo, Pak Jaya pun langsung paham apa yang dikatakan oleh Pak Musgon.
 “Sudah, sekarang saya paham. Bahwa Pak Musgon ingin melakukan hal yang terbaik untuk warganya. Membangun kesejahteraan, memberikan layanan yang terbaik kepada warga dan menjadi pemimpin yang disantuni,” tegas Pak Jaya. “Dan kita harus membantu beliau untuk menjalankan tugas ini,” tegasku.
 “Terima kasih untuk kalian semua yang sudah mengerti. Saya memang sangat membutuhkan bantuan dari warga-warga sini, namun mereka tidak pernah menganggap saya baik”, jelas Pak Musgon. Pak Jaya beserta warga yang ikut mewakili dalam hal ini pun meminta maaf atas kesalahpahaman ini.
 Setelah perkumpulan itu, Pak Musgon pun mencoba untuk berinteraksi dengan warga dan hasilnya warga pun menerima Pak Musgon dengan senang hati menjadi ketua RT di desa Pajo.